RSS

Selamat Jalan Eyang Putri

09 Des

Air mataku masih berlinang saat membuat tulisan ini. Awal aku tidak menyadari bahwa ini akan terjadi. Hanya kabar eyang sakit yang terdengar di telinga. Aku pikir hanya sakit biasa. Lalu aku tertidur karena hari sudah malam. Bunyi handphone selalu mengganggu tidurku. Ku lihat, ayahku menelpon dari Jakarta. Aku lanjut tidur. Aku tidur tidak tahu diri, aku bangun jam 11:48am. Lalu kulihat Iphone ku. Adik-adikku sudah me-mentionku di twitter. Mereka bilang, eyang telah tiada. Aku kaget dan pikiranku kosong. Aku tidak menangis sama sekali. Sampai akhirnya ku coba telpon ke Indonesia. Aku menelpon ayahku, dia menceritakan kronologi semuanya. Lalu ayahku mengopernya kepada ibuku. Disinilah aku mulai menangis. Ibuku bilang eyang selalu mendoakanku, selalu senang kalau ibuku cerita tentangku.

Tapi apa yang kulakukan disini? Aku banyak melakukan kesalahan diawal yang berakibat fatal diakhir. Nilai-nilaiku jeblok. Aku merasa bersalah. Eyang sudah mendoakanku, tapi apa yang kulakukan. Ibuku bilang, berjuanglah seperti eyang. Entah kenapa ibuku paling hebat menbuatku menangis. Aku tidak tahan lagi. Aku menangis kuat sekali. Aku teringat ada satu benda yang eyang kasih di saat aku berangkat ke Amerika. Saat itu aku sedang menangis juga di bandara. Eyang memberiku sapu tangan untuk mengusap air mataku. Saat ini, kupakai sapu tangan ini untuk mengusap tangisku karena pemberinya sudah tiada. Air mataku deras keluar saat ku temukan sapu tangan ini.

Selamat tinggal eyang. Aku sampai belum berdoa untuk kesembuhanmu, Sekarang aku hanya bisa berdoa agar kau tenang disana. Akan ku ingat selalu dirimu yang. Aku selalu ingin berbicara denganmu, tapi selalu susah untuk menghubungimu. Aku ingin bertemu denganmu sekali lagi yang. Mungkin hanya dalam mimpi. Aku hanya bisa mendoakanmu dari sini saja. Aku tidak menyangka semua ini. Aku sayang eyang putri. Maafkan aku dan aku selalu memaafkanmu. Terima kasih yang atas semuanya. Sampai saat ini aku masih menangis dan Insyaallah aku bisa kuat. Terima kasih atas sapu tangannya.

 

 

Tentang pragues

Saya adalah Mirza Aditya Rachmat. Bisa dipanggil Mirza atau lebih akrab disebut Iza. Saya orangnya santai2 aja gak muluk2.
1 Comment

Posted by pada 12/09/2011 in Uncategorized

 

One Response to Selamat Jalan Eyang Putri

  1. Hanif Ridwan

    12/09/2011 at 2:52 PM

    yang ikhlas dan tabah ya za,… semoga eyang tenang disana

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.