RSS

Arsip Bulanan: Maret 2008

Kejadian Naas di Bandara

Tatapan hampa menyeberangi jalan. Menunggu mobil yang lewat, lalu menerobosnya. Sudah satu jalan kuseberangi. Masih ada satu lagi yang menunggu. Jalannya kecil. Hanya bisa di lewati satu mobil. Di depanku bediri kokoh sebuah bis Damri menurunkan penumpang. Kutunggu ia berjalan, namun tak ada satu pun gerak –¬†gerik dari sang supir untuk menjalankan mobil. Aku bosan, akupun diberi amanah untuk mengambil masker ibuku yang ingin berobat ke Singapura. Aku mulai beranjak dari tempat lamunan itu, yaitu halte. Ku menyeberang melewati jalan melalui muka bis. Sudah diantara jalan, menyambar sebuah bis berPT sama dengan yang ku lewati tadi. Aku pun pingsan. Aku tak tahu sedang terjadi apa yang pasti aku mendengar suara kerumunan orang dari segala penjuru arah mata angin. Berselang beberapa menit ayahku kembali dai bandara menuju tempat parkir bandara. Saat di tengah jalan, ayahku melihat aku berbaring di jalan dengan berlumuran darah di kepala. Ayahku mengangkatku yang berbobot lebih berat daripada ayahku. ayahku dibantu orang – orang untuk mengangkatku ke mobil Innova milik ayahku. Ibuku sudah berangkat ke Singapura sebelum kejadian naas itu terjadi. Aku pun dibawa ayahku ke UGD bandara internasional Soekarno-Hatta. Dengan kepala berlumuran darah aku terbangun di mobil. Aku tak tahu apa – apa. Setelah sampai di UGD, kepalaku di perban dan untung saja tidak terjadi apa – apa. Aku pun sadar, aku sudah berbuat yang sembrono. Ini adalah pengalaman paling berharga. Inilah kali pertama aku pingsan dan di tabrak mobil. Sekarang keadaan bis itu rusak. Bempernya penyok ku hantam.

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 03/31/2008 in Uncategorized