RSS

Cornetto Trilogy

07 Sep

Beberapa minggu lalu gue sempat menghabiskan 6 jam di bioskop untuk nonton film. Itu rekor gue nongkrong di bioskop (maen di XXI ga termasuk). Tapi pengalaman ini, mungkin, hanya akan didapatkan di USA. Gue sih belom pernah marathon film di bioskop di Indonesia, pernah marathon di rumah dan ujung-ujungnya ketiduran. Dan marathon yang gue tonton adalah salah satu trilogy yang gue suka dibikin oleh sutradara yang gue suka diperankan oleh aktor yang gue suka. Sayangnya lokasinya gue kurang suka, popcornnya gue kurang suka, dan gue nonton sendiri….. Anyway I had a blast!

Cornetto trilogy adalah trilogy, yang resmi sekarang, dari 3 film yang berbeda dengan karakter yang berbeda dan cerita yang berbeda. Kenapa bisa jadi trilogy? Karena setiap filmnya ada cornetto. Tapi ga cuma itu, ketiga film ini mempunyai tema yang sama. Secara kasarnya 3 film ini adalah parodi, tapi jangan samakan dengan Scary Movie. Tapi ini bukan sekedar parodi, ketiga film ini adalah homage untuk genre nya masing-masing (homage: penghargaan). Trilogy ini terdiri dari 3 genre zombie, buddy cop, dan sci-fi. Tapi jangan anggap ketiga film ini serius karena ketiga film ini sangatlah lucu. Pertama adalah Shaun of the Dead, film tentang lelaki yang ingin mengubah kehidupan asmara dan keluarganya ke arah yang lebih baik di saat zombie menyerang. Kedua adalah Hot Fuzz, film tentang polisi yang dipindahkan ke kampung dan menemukan hal ganjil di kampung terbaik tersebut. Dan yang ketiga, yang terbaru, yang lagi main di bioskop, The World’s End, film tentang seseorang yang mengajak teman-teman SMA nya untuk menaklukan pub crawl di desanya dan terjadi sesuatu yang aneh disana. Susah untuk ngejelasinnya kalo buat orang Indonesia karena kita ga punya kebiasaan ini. Paling gampang sih, kalian rame-rame ngerasain semua nasi goreng di deket rumah kalian dalam semalem. Begitulah sinopsis ketiga film ini. Dibintangi oleh orang yang sama Simon Pegg dan Nick Frost dan disutradai oleh salah satu sutradara favorit gue, Edgar Wright.

Gue belom pernah nonton film-film ini di bioskop. Sampe akhirnya nonton marathon ini. Gue gatau apa mereka keluar di bioskop Indonesia ato engga, yang pasti The World’s End engga. Gue sangat menyayangkan kenapa trilogy ini ga ada di Indonesia. Dari ketiga film, yang pertama kali gue tonton adalah Hot Fuzz dan itu sangat nempel di otak gue. Gue nonton di HBO dan cuma scene terakhir dan itu fuck yeah awesome motherfucka. Dan perasaan itu yang gue dapet pas nonton di marathon ini, walopun gue sendirian….. Anyway, I had a blast! Untuk pertama kalinya gue liat reaksi orang-orang nonton film-film ini. Sebelumnya gue hanya menunjukan film-film ini ke temen-temen dan ada yang ketawa lebar ada yang ketawa “meh”. Dan kali ini gue melihat, mendengar, dan merasakan reaksi orang-orang yang sependapat dengan gue betapa bagus nya trilogy ini. Dan gue pasti akan beli DVD asli yang lengkap ketiga nya kalo udah keluar, pasti.

Kayaknya makin kesini tulisan gue ga terlalu lucu ya. Entah gue nya yang ga mencoba melucu ato gue emang udah ga lucu lagi. Ya entah, ini tulisan terbaru setelah beberapa lama ga nulis. Ini niat nulis juga berkat terinspirasi teman. Selama ini gue nyoba nulis script film dan gue bener-bener ga ada ide mau nulis cerita apa. Paling pojok adalah scene pertama. Itu juga gatau mau dibawa kemana tuh film. Kalo punya ide, bagi-bagi ya, kalo filmnya jadi biar sukses bareng nanti.

Diambil dari blog Edgar Wright

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 09/07/2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: